Menggapai Mimpi Dengan Menjadi Seorang Blogger Di Era Digital



“Dari dulu ngeblog terus, emang nggak bosen?”

“Emang apasih untungnya jadi Blogger tuh?”
“Dapet duit berapa sih dari nge-blog?”
Beberapa pertanyaan di atas sering dilontarkan orang-orang di sekitar saya, mulai dari keluarga, teman, bahkan mantan pacar sekalipun. Apalagi dulu ketika saya masih awal-awal nulis di Blog hampir setiap hari saya ditanya seperti itu.

Ya, sudah lebih dari 5 tahun yang lalu saya mulai menekuni hobi saya sebagai seorang Blogger. Namun saya tidak menyerah begitu saja. Saya menikmati setiap proses yang awalnya belum bisa nulis, sampai  akhirnya sekarang alhamdulillah skill nulis saya semakin berkembang dan membaik. Walaupun sampai saat ini tidak jarang masih banyak orang terdekat saya yang meragukan apa yang saya dapatkan sebagai seorang Blogger

Mengawali suatu hal memang tidak mudah, apalagi banyak yang meragukan apa yang sudah saya tekuni selama hampir 5 tahun lebih ini. Walaupun begitu, saya selalu menumbuhkan semangat pantang menyerah dan tidak pernah lelah untuk terus belajar pada diri saya. Dan itulah yang saya sebut sebagai passion atau panggilan hati. 

Berawal Dari Hobi Curhat Sampai Hobi Traveling

Salah satu spot foto di Kota Tua Semarang

Dulu sebelum saya konsisten dengan niche Travel Blog seperti sekarang ini, saya lebih banyak menuliskan curhatan-curhatan kisah cinta dan romansa masa remaja yang akan beranjak dewasa. Sampai akhirnya saya geli sendiri membaca tulisan-tulisan lama saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk beralih ke tema atau niche blog Travel.

Timeline nge-blog

Tapi saya anggap curhatan dan keluh kesah saya di masa lalu adalah sebuah proses, acuan, dan pengasah skill menulis saya. Hingga akhirnya di awal tahun 2014 saya memutuskan untuk fokus menulis di tema Travel saja.

Berawal dari menulis blog hingga akhirnya saya menekuni dunia fotografi

Di tahun 2014 pula saya mulai suka dan menekuni seni fotografi. Hanya dengan berbekal kamera digital pemberian orang tua, saya selalu semangat untuk membuat konten traveling. Otomatis kecintaan saya terhadap traveling semakin bertambah. Hingga berlanjut sampai sekarang.

Bermanfaat dan Membantu Banyak Orang

Berkat ngeblog, saya bisa jadi dapet banyak teman baru ketika traveling ke Bromo tahun lalu

Saya lumayan sering dapet e-mail dan DM dari beberapa orang yang tidak saya kenal. Mereka menanyakan tentang beberapa tempat yang pernah saya tuliskan di Blog. Dari situ saya mulai sadar, ternyata dari apa yang saya tulis di Blog ini sedikit banyak bisa bermanfaat dan membantu orang lain ketika mencari referensi tempat liburan dan tempat wisata.

Dapat e-mail dari salah satu pembaca. Bahagia itu sederhana, bisa bantu jawab aja udah seneng
Ditambah lagi, di era digital seperti sekarang tentu sebagian besar orang selalu mencari informasi-informasi tempat wisata dan destinasi liburan lewat internet. Maka dari itu, saya selalu senang jika ada pembaca yang nggak sengaja mampir ke Blog ini, kemudian sekadar meninggalkan komentar, atau bahkan sampai menghubungi saya via DM. Karena dari situ saya jadi tahu jika dari apa yang saya tuliskan tidak sia-sia dan bermanfaat untuk mereka.

Mimpi Traveling Gratis ke Tempat Baru pun Tercapai

Foto ini menjadi bukti bagi saya ketika menginjakkan kaki pertama kali di Pulau Sumatera

Bisa dibilang, tahun 2018 adalah tahun-tahun  penuh kebahagiaan bagi saya. Di mana di tahun tersebut, hampir setiap bulan saya bisa mengunjungi berbagai Kota dan tempat wisata yang tidak pernah saya kunjungi sebelumnya. Merasakan rasanya solo-traveling alias traveling sendirian ke Kota yang belum pernah saya datangi, merasakan naik pesawat untuk pertama kalinya, dan traveling ke luar Pulau Jawa.

Ujung timur Pulau Jawa dari atas pesawat rute DPS – SUB

Bersyukur, di tahun 2018 saya bisa mendapatkan beberapa kesempatan tersebut. Salah satu momen traveling saya yang paling berkesan di tahun 2018 adalah saat saya traveling ke Pulau Pahawang, Lampung. Beruntung, mungkin itulah istilah yang mungkin melekat pada diri saya di tahun kemarin. Di mana saya mendapatkan momen traveling ke Pulau Pahawang Lampung berkat memenangkan suatu kompetisi Blog. Semua fasilitas dan biaya perjalanan ke Lampung pun GRATIS, dan malahan saya dikasih uang saku dari pihak penyelenggara lomba.

It was a great moment to be here!
Alhamdulillah, momen itu pula juga jadi momen pertama saya naik pesawat untuk pertama kalinya. Mungkin terdengar norak, di mana selama 22 tahun saya hidup baru pertama kali itu saya merasakan rasanya naik pesawat. Dan di momen itu pula akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di Pulau Sumatera untuk pertama kalinya.

Mendapatkan Tawaran Pekerjaan & Endorsement

Berkat ngeblog saya jadi punya skill yang mumpuni dan diterima bekerja di suatu media mainstream di Malang
Berkat konsisten ngeblog, saya juga sering mendapatkan tawaran pekerjaan, content placement, maupun endorsement. Bisa dibilang Blog adalah CV digital yang kita miliki. Dengan begitu, kita bisa berkarya dan berkreasi sesuai dengan skill dan passion kita. Siapa bilang dengan menjadi seorang Blogger tidak bisa menghasilkan apa-apa? Justru saya bisa menghasilkan “sesuatu” dari hobi dan passion yang saya tekuni sebagai seorang Blogger.

Bangga Menjadi Seorang Blogger Pada Era Digital

Semua sekarang serba digital, that’s why saya pun dituntut untuk selalu kreatif

Dulu saya memang diremehkan, bahkan tidak jarang saya dianggap kurang kerjaan dan buang-buang waktu karena sibuk nulis dan ngeblog yang katanya nggak jelas. Tapi sekarang saya semakin bangga menjadi seorang Blogger. Karena saya bisa membuktikan bahwa saya bisa konsisten sampai sekarang, bisa menghasilkan sesuatu dari Blog, seperti traveling gratis, kemudian dari Blog ini juga bisa bermanfaat untuk banyak orang, dan atau bahkan bisa menginspirasi banyak orang.

Berkat nge-blog saya pun bisa staycation gratis di hotel mewah

Apalagi di era digital seperti sekarang, semua jenis pekerjaan dituntut untuk bisa berinovasi dan berfikir kreatif. Dan dengan menjadi seorang Blogger, saya bisa terus belajar untuk selalu berinovasi dan berkreasi dengan membuat konten-konten kreatif.

Itulah beberapa keuntungan yang saya rasakan selama menjadi seorang narablog atau blogger. Tidak mudah memang untuk menjadi seorang Blogger. Namun dengan terbukanya banyak peluang di era digital seperti sekarang, menjadi seorang Blogger adalah sebuah profesi yang bisa dibilang harus ‘serba bisa’.

Apa Resolusi di Tahun 2019?

Resolusi 2019

Berkaca dari apa yang sudah saya raih di tahun 2018, saya tidak boleh berpuas diri dengan apa yang sudah saya raih. Karena masih banyak prestasi-prestasi dan karya tulisan lain yang ingin saya raih dan buat. Dan tentunya hal tersebut membuat saya sangat terbosesi untuk membuat sebuah Resolusi di Tahun 2019. 

Beberapa di antaranya adalah Traveling ke luar negeri, tetap konsisten menulis Blog dan membuat konten-konten video di Youtube. Harapannya saya juga tidak akan pernah puas untuk selalu berkarya dalam membuat konten-konten kreatif di tahun 2019 ini. Dan tidak lupa juga saya harus selalu menyelipkan doa di setiap ibadah dan aktifitas yang saya lakukan, agar apa yang saya harapkan terwujud dan berkah di hadapan-Nya.

Dan kalau saya ditanya apakah saya bangga menjadi seorang Blogger?
Dengan lantang saya katakan, tentu saja SAYA BANGGA!

3 Tempat Wisata Di Ubud Yang Wajib Dikunjungi Saat Ke Bali

Di akhir tahun 2018 kemarin, kebetulan saya solo-traveling lagi nih. Berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, kali ini saya mencoba buat solo-traveling ke luar Pulau Jawa. Dan berbekal tiket pesawat GRATISAN, saya pun akhirnya bertandang ke Bali.

Dulu saya sebenarnya sudah pernah ke Bali, tapi itupun hanya dalam rangka liburan setelah Ujian Nasional SMP. Sekarang saya mencoba mengeksplor beberapa tempat di Bali sendirian.
Walaupun nggak bener-bener sendirian alias sempet ketemu dan main bareng sama temen, tapi saya benar-benar merasakan sensasi traveling sendiri ke tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Salah satunya ada di kawasan Bali Utara. Yup, Ubud adalah kawasan yang letaknya ada di dataran tinggi sebelah tengah atau mungkin agak ke Utara di Pulau Bali.
Karena saya dan teman-teman nyari wisata yang murah meriah, akhirnya kami pun sepakat buat mengunjungi beberapa tempat wisata berikut.
1. Pura Saraswati
Kayak anak ilang
Berada dipusat pusat Ubud, untuk masuk ke dalam Pura ini kita nggak bayar sepeserpun alias GRATIS. Letak Pura-nya emang nggak terlalu keliatan dari jalan raya, tapi bersebelahan dengan Starbuck Ubud.
Kalau ini kayak tukang pijet wk

Di Pura Saraswati kamu bisa foto-foto sambil menikmati spot foto kolam di depan Pura yang penuh sama bunga Seroja. Dan hanya bisa berfoto di depan pintu masuk Pura-nya aja karena untuk bisa masuk ke dalam itu hanya dikhususkan bagi yang ingin sembahyang saja. Tapi foto-foto di Pura ini aja udah bagus kok.

Ayoo dibeli bunganyaa hehe

Dan di sini jual ada toko souvenir, di sebelah toko souvenir juga ada cafe dan restaurant. Jadi bisa mampir ke situ kalau ingin membeli souvenir dan kerajinan tangan khas Bali. FYI, menurut info sih katanya ada pertunjukan tari juga di sini. Tapi kayaknya pas menjelang sore atau malem gitu. Nah, kalau kalian ke sini bisa tanya sama Bapak-bapak yang ada di dekat pintu masuk.

Saraswati Temple
Jl. Kajeng, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571

2. Tegallalang Rice Terrace
Senyumin aja

Dari pusat Ubud, saya menuju ke utara. Tepatnya ke Desa Tegallalang. Karena saya saking penasaran sebagus apa sih Tegallalang yang rame banget foto-fotonya nongol di Instagram itu. Dan ternyata pas nyampe di lokasinya… ruame! Terlalu banyak orang, sampai buat naik turun ke terasiring persawahannya aja musti antri dan gantian. Hadeh. That’s why saya ngak terlalu suka ke tempat wisata pas weekend, selalu ramai.

Lebih bagus kalau pas abis panen katanya

Untuk menuju ke lokasi persawahannya, kita harus bayar parkir motor Rp. 10.000,-. Terasiring Tegallalang ini sukses bikin saya capek. Udah gitu saya pun ke sini tanpa persiapan, hanya bermodalkan sandal biasa bukan sandal gunung. Di tambah lagi hari itu cuaca di Ubud sedang mendung. Tapi tetep aja saya keringetan ndrodos* gak karuan.

(*bercucuran) 
Ini namanya kios di tengah sawah
Iya iya saya tahu saya paling pendek di foto ini

Akhirnya setelah kecapekan naik turun sawah, dan foto-foto. Saya pun kembali lagi ke Ubud untuk cari makan siang. Demi sesuap makanan yang halal (karena saya muslim), saya akhirnya makan di sebuah Restaurant Padang yang ternyata mas-masnya orang Jawa. Hadeh. Jauh-jauh ke Ubud ketemune wong jowo maneh.

Tegallalang Rice Terrace

Jl. Raya Tegallalang, Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali 80561
3. Pura Ulun Danu Beratan
Mendung dan berkabut kayak suasana hati #halah
Setelah kenyang, saya sebenarnya berniat buat turun dan balik ke penginapan yang ada Kuta untuk istirahat. Karena perjalanan ke Ubud hari ini begitu melelahkan. Eh ternyata salah satu temen saya minta buat ke daerah wisata Bedugul. Tepatnya ke ke Pura Ulun Danu Beratan yang ada di gambar uang kertas 50-an lama itu.
Resiko traveling bareng-bareng hari itu, saya nggak bisa memaksakan kehendak dan ego saya sendiri. Akhirnya saya pun ngikut aja buat ke sana. Perjalanan selama 2 jam lebih dari Ubud ke Bedugul benar-benar bikin saya harus ekstra sabar, ditambah lagi cuaca di Bedugul saat itu berkabut dan hujan.
Kedinginan gara-gara cuman pake celana pendek

Iya sih akhirnya nyampe juga di Pura Ulun Danu Beratan. Tapi cuacanya nggak mendukung banget. Harga tiket masuk yang semula Rp. 20.000,- pun dikasih diskon jadi cuman Rp. 15.000,- aja per-orang. Itupun udah jam 3 sore dan mau tutup. Yaa karena udah terlanjur sampai yaudah masuk aja daripada nggak dapet apa-apa kan.

Masih kedinginan

Jam 6 sore akhirnya saya dan rombongan turun dan balik ke Kuta. Sampai di Kuta sekitar pukul 8.30 WITA. Gila, 2 jam lebih perjalanan. Walaupun agak nyesel ke Bedugul tapi nggak papa, next time saya harus kesini saat cuacanya bagus.

Ulun Danu Beratan Temple
Danau Beratan, Candikuning, Baturiti, Tabanan Regency, Bali 82191
Nah, kira-kira kamu punya pengalaman menarik pas di Ubud nggak? Share di kolom komentar ya!

Bingung Menentukan Resolusi di Tahun 2019? Ini Langkah-langkahnya!

Nggak kerasa udah ada di minggu terakhir di bulan Januari 2019 aja. Padahal saya merasa kayaknya baru kemarin deh saya menuliskan beberapa Resolusi 2018 di secarik kertas dan saya baca kembali di awal bulan Januari tahun ini.

Ngomongin soal resolusi di awal tahun, lumayan banyak teman-teman saya yang bertanya kepada saya “Penting nggak sih nulis Resolusi di awal tahun?”, dan pertanyaan itu kembali disambung dengan sebuah statement “Halah entar juga cuman jadi angan-angan doang kalau nggak kesampaian.”
Well, saya pribadi kurang begitu setuju dengan statement tersebut. Karena menurut saya menulis resolusi atau harapan di awal tahun itu sangat penting. 

Berkaca dari pengalaman pribadi di tahun 2018 kemarin. Saya menuliskan beberapa resolusi di selembar kertas yang kemudian saya selipkan di sudut kamar agar tidak bisa dibaca siapapun dan hanya bisa saya baca ketika akhir tahun 2018.
Dan setelah membaca resolusi tahun kemarin saya otomatis kaget dan senyum-senyum sendiri. Ternyata 5 dari 8 resolusi yang saya tuliskan terwujud. Terlepas dari itu ada beberapa resolusi yang memang gagal atau belum terwujud seperti salah satunya resolusi buat punya pacar. Antara halu atau pas lagi random, saya pun baru nyadar kok bisa-bisanya saya nulis resolusi punya pacar. (yha gini kalau udah lama nge-jomblo haha)
Dari sini saya menyadari sesuatu bahwa menuliskan resolusi di awal tahun itu benar-benar penting dan bermanfaat sekali. Karena…

That’s why, saya akan memberikan tips tentang “Cara Menentukan Resolusi di Awal Tahun“. Apa aja sih? Check this out!
1. Tentukan Prioritas
Tentukan prioritas sebelum membuat resolusimu (Pic source: Freepik)

Sebelum menuliskan resolusi 2019, kamu harus menentukan prioritas harapan dan keinginan yang ingin kamu raih. Misalkan di tahun 2019 ini kamu diwajibkan wisuda karena udah semester akhir kayak saya jadi prioritaskan harapan dan keinginan kamu di urutan pertama. 

2. Tulis Resolusimu
Jangan lupa tulis resolusimu juga (Pic Source: Freepik)

Kenapa harus di tulis? Karena dengan kita menuliskan harapan dan keinginan kita maka otak kita juga akan mengingatnya di alam bawah sadar kita. Tuliskan apa yang jadi prioritas dari awal sampai akhir. Semakin ke bawah maka prioritas harapan dan keinginan kamu akan semakin kurang dibutuhkan. Eits, tapi bukan berarti resolusi yang paling akhir jadi alasan buat nggak diwujudkan lho ya!

3. Simpan di Tempat Aman

Kamu juga bisa menuliskannya di laptopmu (Pic Source: Freepik)

Setelah menuliskan resolusi kamu, jangan lupa untuk menyimpannya di tempat yang aman dan mudah diakses. Selain memakai metode menuliskan di kertas, kamu juga bisa menuliskannya di notes smartphone kamu dan jangan lupa kasih reminder untuk dibuka di akhir tahun ya. 


4. Bikin Reminder
Jangan lupa pasang reminder (pic source: Freepik)

Bikin prioritas udah, nulis udah, menyimpan pun juga udah. Sekarang pasang reminder di smartphone kamu untuk membuka kembali resolusimu di akhir tahun. Tapi cara ini bisa jadi opsi lain karena menjelang akhir tahun, semua teman-temanmu pasti akan memposting beberapa hal tentang resolusi mereka di tahun lalu dan akan datang. Auto-ingat, pasti kamu juga bakal melihat kembali resolusimu di tahun lalu kan?

5. Yakinlah Bahwa Resolusimu Akan Terwujud!

Yakin adalah koentji! (pic source: freepik)

Jangan lupa untuk yakin dengan resolusi yang udah kamu tuliskan! Karena buat apa menginginkan sesuatu kalau kamu tidak yakin dengan dirimu sendiri? Trust yourself more than you trust someone else! Do it!


Nah, dari beberapa langkah di atas sudah dipastikan Resolusi Tahun 2019 yang kamu bikin akan tepat dan benar. Based on my experience, dengan memakai beberapa langkah itu harus juga dilandasi dengan langkah pamungkas yang paling penting, yaitu JANGAN LUPA BERDOA

Walaupun sengaja nggak saya tuliskan tapi langkah pamungkas yang satu ini juga nggak boleh diremehkan lho. Ngomongin soal resolusi, kira-kira apa aja sih Resosuli di Tahun 2019 yang udah saya tulis juga? Pasti kamu juga penasaran kan?

Resolusi 2019 ala saya

Dari sekian resolusi 2019 yang saya tulis, saya akan share beberapa resolusi saya di sini. Yang pertama adalah PUNYA STUDIO FOTO (PEMASARAN BERBASIS ONLINE), kemudian MENGOPTIMALKAN PERFORMA BLOG, dan ada juga RUTIN MEMBUAT VLOG.

Dari 3 resolusi yang saya sebutkan tadi pastinya ada kendala dan tantangan yang harus saya hadapi. Kendala itu adalah saya kurang bisa berkecipung di dunia DIGITAL MARKETING, kemudian saya nggak terlalu paham tentang WEB PROGRAMMING & SEO, dan juga saya masih harus BELAJAR MENGEDIT VIDEO YANG BAGUS.

Nah, kira-kira gimana cara saya mengatasi kendala dan tantangan itu?


Setelah mencari info kesana kemari akhirnya saya menemukan solusinya. That’s DUMET SCHOOL. Kenapa harus DUMET School? Karena DUMET School adalah lembaga kursus yang menyediakan paket lengkap dalam mengajarkan semua tentang Website, Digital Marketing, Desain Grafis bahkan sampai Video Editing, lho.

Sekilas tentang DUMET School

Dengan kursus di DUMET School, kita juga bisa menyesuaikan jadwal kursus, jadi fleksibel banget dan nggak perlu mencari jam-jam khusus buat belajar di DUMET School. Selain itu, kita juga bakal diajari sampai bisa, dan bahkan kita bisa konsultasi kapanpun yang kita mau walaupun udah lulus atau udah selesai dari masa kursus lho. Wih keren nggak tuh?

Kentungan Kursus di DUMET School
Kira-kira ada batasan usia nggak buat ikut kursus?

Jawabannya… nggak ada! Semua boleh ikutan kursus dan belajar di DUMET School. Terbukti sebanyak 8000+ lulusan DUMET School ini dari segala usia dan bahkan profesi. Ada mahasiswa, pelajar, dosen, dan bahkan karyawan. Karena ada pepatah yang bilang we are never too old to learn! Mantul nggak tuh?

Pilihan Paket Kursus DUMET School
WEB MASTER | WEB PROGRAMMING | DIGITAL MARKETING | GRAPHIC DESIGN

DUMET School sekarang juga udah punya beberapa cabang di JABODETABEK. Sejak didirikan tahun 2013 lalu, sekarang DUMET School udah punya 5 cabang berbeda seperti di daerah Kelapang Gading, Grogol, Tebet, Srengseng, dan Depok.

Masih belum yakin buat ikutan kursus?

Tenang, DUMET School juga ngasih fasilitas berupa free trial buat kamu yang masih belum yakin buat ikutan kursus. Free trial ini adalah fasilitas KELAS GRATIS yang bisa kamu coba. Nah, buat info lebih lengkapnya klik aja link berikut ini. GRATIS!

DUMET School juga sudah banyak melahirkan lulusan yang kreatif dan pastinya puas dengan apa yang telah mereka dapatkan selama kursus di DUMET School. Nah, salah satu testimoninya bisa dilihat di postingan Instagram DUMET School berikut!

Sekarang udah nggak perlu khawartir lagi soal Resolusi 2019 yang bakal terwujud atau tidak karena DUMET School memberikan paket lengkap kursus yang sesuai dengan apa yang saya butuhkan. Wah jadi nggak sabar buat terus creating creative contents nih.

Nah, itu tadi beberapa tips yang bisa saya tuliskan buat kamu biar Resolusi 2019-mu terwujud dan nggak cuman jadi wacana aja. Kira-kira Resolusi kamu di tahun 2019 apa aja nih? Tulis di kolom komentar ya!

Bubur Ayam Abah Odil, Bubur Ayam Tasikmalaya Pertama di Kota Malang

Menyandang julukan kota terbesar kedua di Jawa Timur, Kota Malang juga pastinya punya banyak sekali beragam sajian kuliner nusantara. Nggak cuman kuliner yang asli Malang saja, kuliner yang berasal dari luar kota Malang pun juga banyak ditemukan.


Salah satunya adalah Bubur Ayam Abah Odil. Buryam Abah Odil adalah bubur ayam khas Tasikmalaya yang pertama kali ada di Malang lho. Abah Odil, begitu panggilan akrabnya merupakan sosok yang ada dibalik Bubur Ayam khas Tasikmalaya ini.
Beberapa hari yang lalu, saya dan teman-teman Blogger Malang dapet kesempatan buat icip-icip di Bubur Ayam Abah Odil. Dan ternyata ekspetasi saya tentang bubur ayam yang bakal gitu-gitu aja ternyata salah. Bubur Ayam Abah Odil ini punya cita rasa khas Bubur Ayam Tasikmalaya. Di mana berbeda dengan Bubur Ayam Jakarta yang biasa saya makan, buryam Tasikmalaya ini lebih gurih dan asin. Dan nggak pake kaldu berwarna kuning yang biasanya ada di Bubur Ayam Jakarta.
Buburnya putih bening tapi tetap gurih dan asin. Rasa asin gurihnya ini pas dengan lidah orang Malang yang cenderung suka masakan yang asin namun tidak berlebih. Nah, karena Bubur Ayam Abah Odil ini udah ada sejak 2004, makanya cita rasanya sudah beradaptasi dan cocok sama lidah orang Malang seperti saya.
Belajar Dari Kegigihan Abah Odil
Abah Odil (tengah baju putih) bareng Blogger Malang

Selain rasanya yang pas, ternyata ada sebuah kisah inspiratif yang dapat saya ambil dari perjuangan Abah Odil dalam mendirikan usaha warung makannya ini. Abah Odil dulunya adalah sebuah karyawan di sebuah pabrik tekstil dan punya jabatan yang bisa dibilang bagus pada masanya. Namun, beliau merasa resah karena setiap harinya waktu beliau tersita hanya untuk bekerja saja. Nah, sejak saat itu Abah Odil memberanikan diri untuk resign dari pekerjaannya dan mendirikan usaha demi usaha.

Sampai akhirnya pada tahun 2004 beliau berjualan bubur ayam khas Tasikmalaya di sebuah gerobak bakso dan menjualnya di sekitar jalan Soekarno – Hatta Malang. Dua tahun setelahnya beliau akhirnya bisa membuka kios pertama dan tidak lagi berjualan di gerobak. Sampai akhirnya tahun 2018 sudah memiliki 9 cabang warung Bubur Ayam. Such an inspiring story.
Rasa Bubur Ayam yang Sudah Beradaptasi
Bubur Ayam Spesial yang lebih nikmat diicip polosan tanpa kecap

Bubur Ayam Tasikmalaya pada umumnya memang bercita rasa asin, namun karena lidah orang Malang dan Jawa Timur tidak terlalu bisa mentolerir rasa asin dari rasa bubur Tasik yang asli, akhirnya Abah Odil dan menantunya berinovasi kembali untuk membuat rasa bubur ayam khas Tasikmalaya dengan rasa asin dan gurih sesuai dengan lidah orang Malang. That’s why waktu saya icip-icip ke sini saya disarankan untuk mencoba rasa bubur tanpa campuran kecap atau sambal terlebih dulu. Dan benar, rasa kaldu ayam yang bercampur dengan lembutnya tekstur bubur membentuk cita rasa bubur yang berbeda dari yang pernah saya makan.

Bubur Ayam yang pakai ati, awas baper haha

Ditambah lagi dengan suwiran daging ayam yang tidak terlalu lembut sehingga meninggalkan tekstur sedikit crunchy yang berpadu dengan cita rasa bubur. FYI, bubur ayam khas Tasikmalaya ini nggak pake kacang kayak di Bubur Ayam Jakarta lho. Jadi kita lebih leluasa menikmati bubur ayam tanpa gangguan kacang. (Aslinya mah saya emang nggak terlalu kacang juga hehe)

Menu Lain yang Beragam
Nasi Kuning

Selain menyediakan berbagai menu bubur ayam, di sini kamu juga bisa memesan menu lain seperti Nasi Pecel Madiun, Nasi Uduk, Nasi Kuning, Lontong Sayur, Rawon, Bandrek, Bansus, Bajigur, dan Sate Tusuk.

Lontong Sayur

Karena istri Abah Odil adalah orang asli Madiun itulah kenapa ada menu-menu khas Jawa Timur yang udah nggak asing di kalangan orang Jawa Timur. Jadi buat yang ingin nambah lagi karena makan bubur kurang nampol (khususnya buat cowok) bisa pesan menu nasi di sini.

Nasi Uduk

Harga Menu Terjangkau
Harga Menu Bubur Ayam Abah Odil

Harga yang ditawarkan Bubur Ayam Abah Odil ini murah dan terjangkau. Dari harga Rp. 1.000,- sampai Rp. 24.000,- saja kamu sudah bisa memilih berbagai macam menu dan varian makanan yang ada di sini. Cocok juga buat mahasiswa rantau dan anak kos yang lagi pengen ngirit hehe.

Bubur Ayam Abah Odil ini buka setiap hari dari jam 6 pagi – 9 malam. Dan tersebar di 9 cabang di Kota Malang. Tinggal search aja di google maps pasti bakal muncul cabang yang paling dekat dengan lokasi kamu.
Lokasi Bubur Ayam Abah Odil 

Bubur Ayam Abah Odil
Ruko Griya Shanta Eksekutif Blok MP No. 48-49, Jalan Soekarno Hatta, Jatimulyo, Lowokwaru, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

3 Hal Yang Saya Lakukan Untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun 2018

Libur akhir tahun adalah momen yang banyak ditunggu mayoritas orang, begitu juga dengan saya. Karena di awal tahun 2018 saya mulai menekuni blog lebih serius dan di awal tahun 2018 pula saya mulai merasakan ‘gejolak’ traveling yang bikin nagih untuk dilakukan lagi dan lagi. That’s why saya pun nggak mau melewatkan akhir tahun dengan hanya berdiam diri di rumah saja, apalagi setelah saya resmi resign dari pekerjaan saya yang sudah saya tekuni selama 2 tahun belakangan.

Libur akhir tahun 2018 kemarin saya mengisi waktu dengan beberapa hal yang berbeda dari kebanyakan orang. Yup, saya memilih untuk mejadwalkan liburan di awal bulan Desember 2018 dan awal bulan Januari 2019. Ada beberapa alasan kenapa saya memang sengaja tidak melancong di momen penghujung bulan Desember 2018, salah satunya karena saya memang tidak terlalu suka tempat yang terlalu ramai.

Nah, kira-kira apa aja sih 3 hal yang saya lakukan untuk mengisi libur akhir tahun 2018 ini? Yuk, simak beberapa ulasan berikut!
1. Mengawalinya dengan Solo Traveling ke Bali
Pura Saraswati di Ubud, Bali

Liburan akhir tahun adalah momen yang pas untuk menghabiskan waktu di Pulau Dewata, Bali. Dan yang membuat momen liburan kali berbeda adalah saya solo-traveling alias traveling sendirian ke sana.

Menikmati sunrise di Pantai Sanur

What? Seriusan?

Iya dong, serius. Malahan saya memang sudah merencanakannya dari satu bulan sebelum keberangkatan kalau saya ingin menghabiskan momen akhir tahun dengan solo-traveling. Alhamdulillah, kebetulan di bulan November pula saya memenangkan sebuah kuis dan mendapatkan tiket pesawat pulang pergi ke Bali serta sehari trip ke Uluwatu. Tidak ingin berlama-lama menunggu, seminggu setelah saya lolos menjadi pemenang saya pun berangkat ke Bali sendirian.
2. Sharing dan Kumpul Sesama Blogger
Diskusi tentang Blog bersama teman adalah koentji
Walaupun saya lebih suka traveling sendiri, tapi saya juga nggak lupa untuk selalu menjalin komunikasi dan persaudaraan dengan beberapa komunitas yang ada di Kota Malang. Salah satunya adalah komunitas Blogger Malang yang saya ikuti.
Nggak hanya asal kumpul dan nongkrong aja, saya pun belajar banyak dari beberapa orang di komunitas Blogger. Terkadang kami pun juga mendapatkan beberapa job untuk review atau sekadar content placement di blog. Mayan lho, ilmu dapet, pendapatan juga dapet hehe.
Selain itu saya juga menyempatkan diri untuk memberikan reward kepada diri saya sendiri karena sudah berhasil melewati 2 tahun dengan kuliah sambil bekerja. Yaitu dengan sesering mungkin cafe-getaway atau menjelajahi beberapa cafe bagus yang ada di Kota Malang. Suatu hal yang mungkin jarang saya lakukan selama 2 tahun belakangan karena kesibukan kuliah sambil bekerja. 
3. Staycation di Beberapa Hotel
Menjemput rejeki di awal tahun 2019 dengan staycation di salah satu resort di Kota Batu

Setiap orang pasti punya caranya masing-masing untuk menghabiskan waktu liburannya. Selain solo-traveling ke Bali, di sela-sela kegiatan dan kesibukan perkuliahan, saya juga menyempatkan untuk staycation di beberapa hotel yang ada di Kota Malang dan Kota Batu.

Lagi-lagi saya mendapatkan rejeki untuk bisa staycation gratisan hehe. Alhamdulillah saya pun bisa menjemput rejeki di awal tahun 2019 dengan menginap di beberapa hotel mewah dan bagus.
Berenang di pagi hari sembari menikmati hawa sejuk dan pemandangan Kota Batu

Mungkin bisa dibilang juga suatu kebetulan. Setelah saya resign dari pekerjaan saya yang sebelumnya, saya kembali mendapakan sebuah pekerjaan dan tim baru 2 bulan setelah saya resign. Dan mengawali awal tahun 2019 kami sempat melaksanakan outing yang berhubungan dengan pekerjaan. That’s why itulah kenapa saya bisa staycation di beberapa hotel maupun resort yang terkenal mewah dan punya view ciamik. 

Kemanapun saya pergi, apapun kegiatan dan kesibukan saya ada satu benda yang selalu setia menemani saya kapanpun di manapun. Benda itu adalah LAPTOP ASUS kesayangan saya. #LiburanAsikDenganLaptopAsus

Laptop ASUS berwarna hitam ini sudah menemani saya selama kurang lebih 3 tahun. Susah senang pun sudah kita lalui bersama, dan si hitam kesayangan saya ini tidak pernah mengeluh walaupun saya paksa buat ngerjain tugas-tugas kampus, nge-blog, main game, bikin desain grafis bahkan sampai ngedit video juga lho.

Si hitam kesayangan yang selalu saya bawa kemanapun saya pergi
Kemanapun saya pergi, si hitam ini selalu bersama saya

Saking sayangnya sama Laptop ASUS, bahkan si hitam kesayangan saya ini tidak pernah absen berada di dalam ransel saya. FYI, laptop ASUS yang saya pakai adalah seri X454Y. Body-nya mantap, ringan, serta performanya juga bagus.

Ngeblog juga selalu pakai ASUS kesayangan

Tapi… nggak cukup puas di situ aja. Ternyata ASUS selalu punya seri laptop baru yang lebih canggih dan lebih muantep dari seri punya saya lho.

Perkenalkan…

ASUS Zenbook S UX391UA!

ASUS Zenbook S UX391UA (Photo by ASUS)

Kira-kira semantap apasih spesifikasi ASUS Zenbook UX391UA ini? Yuk, simak infografik berikut!

Infografik Spesifikasi ASUS Zenbook S

ASUS selalu memberikan inovasi demi inovasi, itulah kenapa ASUS Zenbook UX391UA ini masuk ke dalam wishlist laptop yang pengen banget saya beli. Dari dulu memang udah pengen upgrading laptop sih walaupun laptop ASUS punya saya masih bagus dan nyaman dipakai.

Nah, kira-kira apa sih yang bikin ASUS Zenbook UX391UA ini masuk ke dalam wishlist barang yang pengen banget saya beli dan saya miliki?

Thin and Light

Sebagai seorang mahasiswa yang sekaligus punya hobi traveling, pasti laptop yang ringan dan enak buat dibawa bepergian adalah salah satu faktor utama dalam memilih laptop. Dengan berat hanya 1kg saja, laptop ini juga memiliki ketebalan cuma 12.9 mm. Wih, this is seriously portable!

Kuat untuk mengerjakan semua pekerjaan apapun

Membawa laptop kemanapun saat bepergian pasti rawan terkena resiko goncangan, getaran, dan tertindih barang. Apalagi saya pernah menjatuhkan laptop saya karena buru-buru saat packing. Tapi saya nggak perlu khawatir lagi jika menggunakan ASUS Zenbook S ini karena sangat kuat dan tahan banting. Dengan standar militer MIL-STD 810G, laptop ini sudah diuji dengan berbagai percobaan daya tahan seperti drop test, uji getaran, ketinggian dan suhu ekstrim sekalipun. Duh andai hati saya juga kuat kayak laptop ASUS hehe.

ASUS selalu bersahabat saat saya ajak buat ngedit video

Di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, semua orang dituntut untuk bisa bekerja secara multitasking dan kreatif. Nggak cuman nulis aja, hal kreatif lain seperti bikin desain grafis, ngedit video, dan nge-game pun udah jadi tuntutan era serba canggih seperti sekarang.

Apalagi untuk seorang Blogger dan sekaligus content creator seperti saya, sangat butuh yang namanya laptop dengan performa garang! Laptop ini harus mumpuni dan kuat untuk bisa diajak membuat konten-konten kreatif.

ASUS Zenbook S UX391UA ini bisa jadi sebuah jawaban yang paling tepat untuk segala tuntutan di era ndustri 4.0. Karena laptop ini memiliki processor Intel i7 dengan kecepatan up to 4.0 GHz. Ditambah dengan memory RAM DDR3 berkapasitas 16 GB yang pasti bikin performa multitasking lancar jaya. Nggak berhenti di situ aja lho, ASUS Zenbook UX391UA ini juga dilengkapi dengan performa Grafis Intel UHD 620 dan Display FHD 1920×1080. Wih, canggih bukan?

Desain anti maintsream dengan engsel ErgoLift (Photo by ASUS)

Pernah nggak ngerasa pegal ketika bekerja di depan laptop terlalu lama? Saya sih sering, bahkan punggung sama leher saya pun juga sering pegal karena terlalu lama menatap laptop dengan sudut kemiringan yang kurang tepat.

Dengan desain engsel ErgoLift yang dimiliki ASUS Zenbook UX391UA ini, user bisa lebih rileks dan nyaman ketika bekerja di depan laptop karena sudut kemiringan dalam melihat layar dan menggunakan keyboard bisa lebih mudah.

Nggak hanya itu, engsel ErgoLift ini juga bisa mengoptimalkan efek pendinginan laptop dan output audio yang lebih mantap. Jadi, jauh-jauh tuh sama yang namanya paha panas karena memangku laptop lama-lama dan audio juga jadi lebih mantep suaranya.

Audio tersertifikasi Harman Kardon (Photo by ASUS)

Kualitas audio Zenbook S UX391UA ini juga tidak kalah hebat dengan fitur-fitur lainnya. ASUS akhirnya bekerja sama dengan audio Harman Kardon untuk menghasilkan suara yang jernih dan serasa menonton di bioskop. Nah, cocok nih buat saya yang suka nonton Youtube kalau pas lagi gabut.

Saking mantepnya enak buat nonton film dan nyetel MV di Youtube

Baterei tahan lama dan anti-panas (Photo by ASUS)

Zenbook S ini menggunakan baterai berkapasitas tinggi yang bisa digunakan sampai 13 jam penggunaan. Kerennya lagi, baterai juga dilengkapi dengan teknologi fast-charging yang lebih efisien hingga 60% hanya dengan waktu 49 menit aja. Wah, ini sih yang saya butuhin banget kalau pas lagi dikejar deadline di luar tapi lupa ngga bawa charger atau nggak sempet nge-charge laptop. Dan ASUS Zenbook S UX391UA ini nggak bakal cepet  panas karena teknologi yang dimiliki laptop bisa bisa mencapai suhu 5°C lebih dingin dari generasi sebelumnya.

Semakin canggih untuk pengoperasian dengan fitur voice control

Laptop ini juga dilengkapi dengan fitur canggih seperti kontrol suara Alexa, di mana kalau pas lagi mager ngetik tinggal pencet dan say something aja, sistem udah otomatis menjalankan perintah. Karena Alexa adalah layanan suara berbasis cloud  yang membantu dengan berbagai tugas dan perintah yang kita inginkan. Bahkan si Alexa ini bisa ngasih jokes lho. Cocok tuh buat jadi teman virtual kalau pas lagi sendirian haha.

Ternyata banyak banget keunggulan yang dipunya Laptop keren ini. Dan menurut saya dengan harga Rp. 26 juta-an, laptop ini worth-it banget buat dibeli. Apalagi fitur-fitur yang berikan cocok buat travel blogger dan deadliner seperti saya.

Pokoknya di awal tahun 2019 ini udah nggak diragukan lagi kalau musti ganti laptop yang lebih canggih dan keren seperti ASUS Zenbook S UX391UA ini. #2019PakaiZenbook




Nah, itu tadi beberapa hal yang saya lakukan untuk mengisi waktu liburan saya di akhir tahun 2018 kemarin. Di tahun 2019 saya berharap bisa sering traveling dan konsisten nge-blog lagi, dan nggak lupa juga buat ganti laptop ASUS Zenbook S UX391UA.

Jadi, bagaimana liburan akhir tahun kamu? Share di kolom komentar ya!

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #AsusxMiraSahid

Begini Rasanya Menginap di Jambuluwuk Batu Resort

Mengawali awal tahun 2019 saya memang sengaja nggak liburan ke luar Kota karena selain males buat berlibur saat peak-season, juga saya lagi ngirit karena sekarang saya sudah kembali menjadi seorang pengangguran.

Tapi ternyata saya tidak bisa berlama-lama menjadi seorang pengangguran yang hanya berdiam diri di rumah saja. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari kegiatan lain yang tidak jauh dari hobi saya, menulis dan traveling.

For the first time saya menginap di sebuah resort yang ada di Kota Wisata Batu. Walaupun Kota Batu dekat dengan Kota Malang, tapi saya belum pernah merasakan pengalaman staycation di Kota Batu. Dan Jambuluwuk Batu Resort jadi tempat yang saya kunjungi di awal tahun.
Saya menginap di Jambuluwuk Batu Resort selama 3 hari 2 malam di akhir pekan. Bukan karena tanpa sebab, saya menginap di sini karena memang sedang ada kegiatan outing bersama seluruh tim Dailyhotels.
Jambuluwuk Batu Resort ini letaknya ada di Jl. Trunojoyo No.99, Songgokerto, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Letaknya berada di atas bukit sebelah selatan kawasan wisata Songgoriti. Lokasinya persis berada di samping jalan menuju ke arah Paralayang Batu. Nah, buat teman-teman yang sering main ke Batu pasti sudah nggak asing lagi sama Paralayang dan Songgoriti. Apalagi kalau dengar kata Songgoriti pasti pikiran kalian langsung tertuju ke hal yang…. #ahsudahlah
Salah satu Villa di Jambuluwuk

Awalnya saya kira Jambuluwuk Batu ini hanya gitu-gitu aja, ternyata saya salah. Tempatnya luas banget, saking luasnya bahkan saya sampai kapok jalan kaki dari Villa yang saya tempati menuju ke Club House atau Restaurant-nya.

That’s why di Jambuluwuk Batu sudah disediakan fasilitas Shuttle Bus dari Front Office menuju ke Villa yang sudah kita pesan. Kebetulan rombongan saya dapat Villa Merauke yang letaknya ada di ujung Jambuluwuk Batu. FYI, di Jambuluwuk Batu Resort ini penamaan Villa menggunakan nama-nama Kota yang ada di seluruh Indonesia lho. Dan setiap villa memiliki keunikan tersendiri sesuai dengan nama tempatnya.
Best View
Menikmati pemandangan Kota Batu dan Pegunungan dari kolam renang

Jambuluwuk Batu Resort punya beberapa spot andalan yang menurut saya recommended banget buat chilling dan merilekskan diri. Salah satunya ada di Jambuluwuk Social House. Jambuluwuk Social House adalah sebuah restaurant sekaligus berisi Bar & Lounge untuk para tamu. Juga di sini juga ada infinity pool yang punya latar belakang pemandangan kawasan wisata Songgoriti dan Gunung Arjuno.

Dining table Jambuluwuk Social House

Jambuluwuk Social bisa jadi tempat yang pas untuk sekadar nongkrong, dinner, dan bahkan chilling di kolam renangnya. Nggak cuman itu aja, dari sini pun kita juga bisa melihat pemandangan sunrise. Mantul nggak tuh?

Teras Social House Jambuluwuk Batu
Pemandangan Pool Bar dari Social House Jambuluwuk Batu



Review Villa

Bedroom Jambuluwuk Batu
Villa di Jambuluwuk Batu punya ciri khas dengan bangunan yang didominasi batu bata merah dan kayu yang memberikan nuansa back to nature. Jadi buat kamu yang suka banget sama Resort yang punya nuansa alam, Jambuluwuk ini pas banget lho buat jadi pilihan staycation kamu bareng keluarga.
View dari balkon Villa Jakarta

Setiap villa punya fasilitas dan jumlah kamar masing-masing. Seperti di Villa Merauke misalnya, terdapat 4 kamar dengan 2 bed di setiap kamarnya. Kemudian terdapat ruang tamu, ruang keluarga lengkap dengan TV, balkon, kamar mandi di setiap kamar, dan nggak ketinggalan juga dapur serta ruang makan. Udah berasa homey banget nggak tuh? Karena memang konsep yang disajikan adalah Villa dan Resort, jadi nggak heran kalau Jambuluwuk Batu Resort ini memberikan keamanan privasi untuk kamu dan keluarga.

Toiletnya bersih
Udah dapet aminities juga

Untuk segi kebersihan pun menurut saya juga selalu bersih mulai dari villa dan kamar mandi. Apalagi saya suka dengan kamar mandinya, super bersih dan nyaman. Air hangat yang dipancarkan showernya pun nggak terlalu panas dan pas. Cocok lah buat tamu yang suka banget mandi kayak saya, dan setiap mandi nggak perlu takut kedinginan dengan hawa sejuk Kota Batu.

Foods & Beverages

Breakfast ala western
Soal makanan yang disajikan Jambuluwuk Batu Resort ini saya juga suka. Saat weekdays makanan yang disediakan bermacam-macam. Namun, ketika saya menginap di sini, menu makanannya selalu berganti setiap harinya. Namun, makanan yang paling otentik dari Jambuluwuk Batu ini adalah masakan Indonesia. Masakan Western dan Asia pun juga disajikan namun hanya saat Weekend saja.
Menu nusantara

Saran saya jika ingin menginap dan mendapatkan breakfast berbagai macam bisa datang dan menginap saat weekend khususnya hari minggu. Menu yang disajikan sangat banyak dan beragam lho.

Sarapan sambil chillin di pingir kolam juga enak banget
Lounge dan Bar di Jambuluwuk Club House juga menyediakan berbagai macam minuman dan makanan seperti Wine, Kopi, Cocktail, Pancake, dan banyak deh pokoknya. Kan syahdu tuh dingin-dingin sambil ngopi di Club House-nya.

Fasilitas Lain
Billyard di Lounge Social House

Fasilitas lain yang bisa kamu coba di sini selain Shuttle Bus yang siap kapanpun mengantarkan kamu berkeliling hotel, juga ada fasilitas seperti Lounge, Karaoke, Sport Hall, Taman Bermain, Outbond, Ruang Rapat, Hall, dan Musala.

Untuk harga yang ditawarkan setiap Villa berbeda sesuai dengan jumlah kamar dan fasilitasnya. Tapi range harga per-malamnya mulai Rp. 4.000k – Rp. 7.500k untuk satu villa.
Well, saya sendiri sangat puas menginap di sini. Soalnya bener-bener nggak kayak lagi di Batu hehe. Kalau misal males buat ke tempat-tempat wisata di Batu pun masih bisa seharian main di kawasan Resort aja kok.
Kelebihan Jambuluwuk Batu Resort:
  • View yang disuguhkan ciamik banget
  • Fasilitas lengkap banget
  • Villa nyaman dan bersih
  • Kamar mandi nyaman dan bikin betah
  • Shuttle Bus yang siap nganter keliling
  • Makanan dan minumannya sesuai selera saya
  • Kawasan tenang dan nggak berisik
  • Akses dari pusat Kota dan Alun-alun Batu sangat mudah
  • Dekat dengan objek wisata; Paralayang, Coban Rondo, Songgoriti, Jatim Park
  • Pelayanan ramah dan memuaskan
Kekurangan Jambuluwuk Batu Resort:
  • Musala kurang bersih
  • Kolam renang kurang bersih
  • Breakfast di weekdays tidak sebanyak saat weekend
Sunrise

Terlepas dari kekurangan di atas, overall saya sih MAU kalau menginap di sini lagi. Kira-kira kamu punya pengalaman menginap di sini juga nggak? Atau punya rekomendasi hotel keren lain yang ada di kawasan Kota Batu? Share di kolom komentar ya!

Jambuluwuk Batu Resort & Convention Hall
Jl. Trunojoyo No.99, Songgokerto, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65312

Instagram: @jambuluwuk

Mr. Mac Resto Kini Hadir di Kota Malang!


Well done! Memasuki tahun 2019 ini saya punya satu tempat buat kamu para foodies makan sekaligus nongkrong nih. Yup, that’s Mr. Mac Resto yang letaknya ada di Jalan Cengger Ayam N0. 30 Kota Malang.

Tempat yang enak dan cozy buat makan sambil nongkrong ini memberikan berbagai menu pilihan yang bisa kamu coba. Tapi menu ayam crispy adalah salah satu andalannya di sini. Berawal dari sebuah usaha ayam crispy yang didirikan Pak Machrus, Mr. Mac ini akhirnya bediri dan dibuat pada tahun 1995 lho.
Suasana di lantai 2

Karena keteguhan dan ketekunan yang beliau punya akhirnya Mr. Mac Resto kini punya 3 outlet resmi yang letaknya ada di:


– Mr. Mac Kepanjen : Ruko Kantor Pos Jl. Kawi Kepanjen (0341-393483)
– Mr. Mac Turen : Petigaan Pindad Turen (0341-8221115)
– Mr. Mac Kota Malang : Jl. Cengger Ayam 30 Kota Malang
Kepanjen adalah salah satu kota di kabupaten Malang yang pernah dijajaki outlet Mr. Mac untuk pertama kalinya. Sejak tahun 2006 outlet Kepanjen resmi di buka dan akhirnya ramai, pun sampai sekarang.
Suasana di Mr. Mac Resto
Jadi inget dulu pas masih jaman SD saya selalu pengen makan ice cream cone di Mr. Mac Kepanjen karena buat orang Kabupaten tempat ini bisa dibilang udah setara dengan KFC hehe. Well, beberapa tahun setelahnya akhirnya sang owner Pak Machrus membuka outlet baru yang ada di Turen dan sekarang sudah berkembang lagi membuka cabang berbentu cafe & resto di Jalan Cengger Ayam Kota Malang.
Salted Egg
Menu yang biasanya dipesan di Mr. Mac resto adalah ayam crispy, tapi semenjak buka cabang di Kota Malang, kini Mr. Mac Resto sudah memiliki beberapa menu lain lho. Jadi buat kamu yang nggak bosen makan ayam bisa nyobain menu lain.
Soal harga Mr. Mac Resto memberikan harga yang murah dan terjangkau buat pelajar dan mahasiswa. Mulai dari harga Rp. 9.000,- aja kamu udah bisa menikmati ayam crispy lengkap dengan nasi dan minum lho.
Belajar dari kegigihan dan ketekukan Pak Machrus dalam mengelola usahanya ini saya jadi terpicu untuk selalu semangat dan tidak ragu mengambil keputusan. Beliau juga berpesan jika dalam membuka sebuah usaha bisnis, selain harus dibekali dengan perencanaan dan keyakinan yang matang, juga harus diikuti dengan konsistensi dan ketekunan.
Terbukti walaupun bisnisnya hampir pernah collapse di tahun 2005, tapi beliau tetap semangat dan bangkit untuk melanjutkan bisnisnya. Wah such a inspirative story!
Nah, jadi kamu kapan nih mampir ke Mr. Mac Resto?

Kaleidoskop 2018: Mulai Traveling Sendirian Sampai Gratisan!

Nggak kerasa udah ada di ujung tahun 2018 aja, kayaknya baru kemarin saya mulai nge-blog, tau-tau udah hampir 5 tahun aja blog ini mulai saya seriusi. Tahun 2018 bisa dibilang jadi tahun yang rasanya nano-nano banget. Campur aduk.

Nggak cuma seneng-seneng doang, di tahun 2018 saya juga merasakan berbagai macam naik turunnya emosi dan perasaan. Bukan karena ditolak cewek atau karena sampai sekarang masih belum lulus kuliah juga (yaa walaupun alasan yang kedua itu juga bikin nyesek sih), tapi karena di tahun 2018 ini saya telah melalui banyaaak sekali hal yang bisa dibilang jadi langkah pendewasaan diri saya.
Selama tahun 2018, saya juga lumayan banyak kelayapan sampai Ibu saya bolak-balik nanya saya dapet duit dari mana buat kelayapan. Walaupun saya cuman seorang mahasiswa semester tua, tapi di tahun 2018 ini saya juga bekerja di sebuah media cetak lokal di Malang. Jadi kalau ada yang tanya saya dapet duit dari mana buat traveling ya jawabannya adalah “Kerja!”. Bukan jadi simpenan sugar auntie atau bahkan jadi simpenan pejabat. Bukan.
Nah selama di tahun 2018 ini, kemana saja saya kelayapan?
JANUARI: JOGJA
Taman Sari Jogja
Di awal tahun 2018, saya mengawalinya dengan solo-traveling ke Jogja. Ini adalah pengalaman solo-traveling saya yang pertama. Walaupun pas nyampe di Jogja saya ternyata nggak bener-bener traveling sendirian alias ada beberapa orang teman lama yang baik-baik banget mau nganter dan nemenin saya keliling Jogja.
Di bulan Januari, saya traveling pakai duit sendiri. Mulai dari biaya akomodasi sampai biaya keliling Jogja saya bayar pakai duit hasil tabungan saya selama bekerja sebagai karyawan part-time.
FEBRUARI: BROMO
Sunrise Bromo dari Bukit Kingkong
Tepat di ulang tahun saya yang ke-22 tahun, keinginan saya untuk pergi menikmati sunrise di Bromo akhirnya terwujud! Tepat tanggal 16 Februari, saya dan beberapa orang teman berangkat ke Bromo naik sepeda motor. Karena jarak Malang ke Bromo itu lumayan deket, jadi kami sengaja memilih buat motoran aja. Itung-itung hemat biaya, dan nggak perlu sewa jeep atau hartop.
Sayangnya, waktu perjalanan menuju ke Pananjakan Bromo, di sana macet banget. Iya, macet. Nggak cuman di Kota Malang aja yang macet, hari itu jalan menuju ke Pananjakan (sunrise view) Bromo juga penuh sesak karena ratusan jeep berjajar buat parkir dan orang-orang berjalan menuju ke atas puncak.
Sedikit kecewa, saya dan teman-teman memutuskan untuk turun kembali dan menyaksikan sunrise dari Bukit Kingkong atau Bukit Cinta di bawah Pananjakan. FYI, hari itu bertepatan dengan libur tahun baru Imlek, jadi nggak heran kalau Bromo rame banget.
MARET: SEMARANG
Gereja Blenduk Kota Tua Semarang
Di bulan Maret saya sengaja buat traveling ke Semarang. Karena penasaran banget sama Kota ini, kebetulan juga Semarang masuk ke dalam wishlist destinasi traveling saya. Kembali berbekal nekad berangkat dari Malang sendirian naik Kereta Api Matarmaja jurusan Malang – Jakarta yang sukses bikin punggung saya kram karena hampir 10 jam duduk di kereta dengan kursi super tegap, akhirnya saya sampai di Kota Semarang jam 3 pagi.
Beruntung saya di sana tidak benar-benar sendirian lagi, karena selama di sana saya disambut baik oleh seorang teman yang sama-sama punya hobi traveling. Selama di Semarang saya menghabiskan waktu untuk menulusuri wisata urban atau perkotaan dan nggak ketinggalan wisata alamnya yang di daerah Ungaran Kab. Semarang. 
Selain Jogja, bisa dibilang Semarang adalah Kota yang sukses bikin saya kangen dan pengen ke sini lagi. Karena ada beberapa tempat yang gagal saya kunjungi karena cuaca yang saat itu kurang bisa diprediksi. But, next time I will visit this city again!
APRIL: SOLO, KARANGANYAR, DAN KLATEN
Pasar Gede Kota Solo
Saya kembali kelayapan lagi ke daerah Jawa Tengah. Kali ini saya nggak sendirian, tapi traveling bareng sahabat saya Aldike. Kenapa Solo? Karena Kota ini juga masuk ke dalam wishlist traveling saya, dan begitu juga dengan Aldike. Karena perjalanan ke sana juga mudah dan lumayan dekat, jadinya saya berangkat ke Solo naik Kereta Api lagi.
Selama beberapa hari di Solo, saya lebih banyak mengeksplor tempat-tempat yang ada di Kabupaten Karanganyar dan Klaten. Bahkan di Kota Solo-nya sendiri, saya kurang begitu mengeksplor. Karena memang rencana awal saya dan Aldike ingin menelusuri wisata alamnya saja.

MEI: MALANG & KOTA BATU
Kampung Warna-warni Jodipan
Karena selama 4 bulan terakhir saya kelayapan terus, akhirnya di bulan Mei ini saya memutuskan buat nggak kelayapan dulu. Di samping karena kondisi saya saat itu lagi miskin, juga saya nggak enak tiap bulan ninggal teman-teman satu tim di kerjaan saya buat kelayapan karena bulan ini lagi sibuk-sibuknya mau bikin event.
Akhirnya saya hanya menghabiskan waktu di Malang dan Batu saja. Berkat ikut beberapa komunitas Blogger di Malang, saya juga dapat tawaran job untuk review beberapa tempat yang ada di Malang & Batu.
Rasanya sudah lumayan lama saya tidak berkunjung ke Kota Batu, padahal Kota Batu letaknya sangat dekat dari lokasi kampus saya. Hanya 20 menit perjalanan dari tempat kos saya sudah bisa mengeksplor berbagai tempat di pusat Kota Batu.
JUNI: LAMPUNG
Snorkeling di Pulau Pahawang Lampung
Di bulan Juni, salah satu resolusi saya di tahun 2018 ini akhirnya terwujud. Yap, salah satu resolusi saya itu adalah bisa jalan-jalan ke luar Pulau Jawa. Dan traveling saya kali ini adalah berangkat ke Jakarta dan berlibur ke Pulau Pahawang Lampung, GRATIS!!!
Alhamdulillah, saya bisa dapat liburan GRATIS ini karena saya menang lomba Blog yang diadakan oleh ASDP Indonesia Ferry. Dan momen selama berlibur ke Pulau Pahawang Lampung ini benar-benar best moment saya selama tahun 2018.
JULI – OKTOBER: DI MALANG AJA!
Staycation aja di Malang
Bulan Juli sampai Oktober saya disibukkan dengan banyak sekali urusan kuliah dan pekerjaan yang sampai saya tidak bisa kemana-mana. Alasan lain karena saya juga lagi miskin (kayaknya nggak pernah nggak miskin deh wkwk). Dan juga karena saya sudah kembali tinggal di rumah saya lagi, sebelumnya saya memang kos di daerah dekat kampus which is itu ada di Kota Malang. 
Karena rumah saya ada di Kabupaten Malang tepatnya di Malang Selatan, jadi selama beberapa bulan ini saya menghabiskan waktu untuk bolak-balik dari Kabupaten ke Kota hanya untuk kuliah di pagi hari dan bekerja di sore sampai malam hari. Cukup melelahkan, sampai akhirnya saya memutuskan untuk resign dari kerjaan di bulan berikutnya.
NOVEMBER: SURABAYA
Museum De Javasche Bank Surabaya
Di bulan ini saya hanya menghabiskan 2 hari 1 malam menginap di Surabaya. Ya karena memang saat itu saya kebetulan lagi nyari konten buat ikutan lomba blog lagi, saya juga sekalian berangkat karena dapet gratisan nginep di hotel wkwk.
Tidak banyak yang saya kunjungi selama di Surabaya. Hanya beberapa tempat di daerah Surabaya Utara.
DESEMBER: BALI
Pura Luhur Uluwatu Bali
Mengakhiri tahun 2018, saya memutuskan untuk traveling di awal bulan Desember karena saya yakin kalau traveling di akhir tahun bakalan rame banget dan muahal! Alhamdulillah-nya saya dapet GRATISAN lagi huehe. Saya dapet GRATISAN tiket pesawat PP Surabaya – Bali dan Paket Tour Wisata ke Uluwatu selama sehari dari cuman ikutan kuis.
Dan saya akhirnya bisa merasakan solo-traveling lagi selama di Bali. Walaupun saya sebenarnya sedikit khawatir karena seperti bakal susah traveling sendiri ke luar Pulau Jawa. Ternyata nggak juga dan malah saya menikmatinya.
Tahun 2018 adalah tahun yang berkesan buat saya. Harapannya di tahun 2019 nanti saya bisa traveling gratisan lagi. Kalau ditanya ke mana tempat yang ingin saya kunjungi di tahun 2019 nanti, sebenarnya banyak sekali. Tapi yang pasti di tahun 2019 nanti saya ingin solo-traveling ke luar negeri. Doain aja ya biar saya bisa mewujudkan keinginan itu.
Nah, kira-kira pengalaman apa yang paling berkesan buat kamu selama 2018 ini? Corat-coret di kolom komentar ya!

Singosari Bolu Malang, Oleh-oleh Khas Malang Dengan Cita Rasa Khas

Menyambut libur akhir tahun, Kota Malang selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun luar kota. Apalagi di awal tahun 2019 ini, tol Malang – Pandaan juga akan segera resmikan. That’s why, Kota Malang dan Batu akan menjadi primadona wisata di Jawa Timur.

Berkunjung ke Malang kurang lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh. Apalagi budaya orang kita selalu nggak pernah lepas dari yang namanya oleh-oleh. Bisa jadi kalau nggak bawa oleh-oleh kita bakal dikucilkan atau bahkan bisa jadi bahan sindiran hehehe.

Pengen beli oleh-oleh tapi takut mahal? Tenang, sekarang kamu bisa beli oleh-oleh tanpa bikin kantong kamu kempes. Yup, Singosari Bolu Malang adalah pilihan oleh-oleh murah dengan cita rasa khas Malang.
All Variant

Singosari Bolu Malang punya 3 varian rasa, ada rasa Telo Ungu, Coklat, dan Susu. Yang pastinya ketiga varian rasa itu bisa kamu dapatkan cuman dengan harga 25k – 28k aja. Wah, sabi tuh mborong banyak buat oleh-oleh keluarga dan teman kantor.

Telo Ungu

Saya paling suka sama varian rasa Telo Ungu. Rasanya manisnya pas, dan nggak terlalu manis. Karena saya memang bukan tipe orang yang suka banget sama cemilan manis, that’s why I choose this variant!

Coklat

Sedangkan rasa Coklat dan Susu juga nggak kalah khas dengan rasa telo ungunya. Namun, saya kurang begitu doyan karena saya nggak terlalu suka yang manis. Tapi buat kamu yang suka banget sama cemilan manis, rasa coklat dan susu ini harus kamu coba.

Susu

Parutan keju dan krim yang ada di atas kue bolu ini menambah cita rasa dan kenikmatan di setiap gigitannya. Apalagi di varian rasa coklat juga dilengkapi butiran kacang tanah yang menambah kesan crunchy di kue bolu ini.

Store Resmi Karanglo
Suasana di dalam store

Kebetulan saya sempat menghadiri Grand Opening store pusat Singosari Bolu Malang yang ada di Jalan Perusahaan Kav A1 no. 6, Karanglo, Malang. Storenya strategis karena berada di jalur alternatif Malang – Batu. 

Produk UKM lain

Jadi buat kamu yang ingin balik ke kota asal coba deh mampir ke store-nya. Selain produk Singosari Bolu Malang, kamu juga bisa beli beberapa produk UKM khas Malang juga lho.

Alamat Store dan mitra

_________________________________________________________________________________

Harga Singosari Bolu Malang

Rasa Telo Ungu 25k
Rasa Coklat 28k
Rasa Susu 28k
__________________________________________________________________________

Singosari Bolu Malang
Jl. Perusahaan, Jl. Raya Karanglo No.6, Tunjungtirto Semarak, Tanjungtirto, Singosari, Malang, Jawa Timur 65153
Buka 06.00 – 22.00 WIB